Blogger news

Rabu, 18 Mei 2011

TEORI PRODUKSI DAN KEGIATAN PERUSAHAAN


TEORI PRODUKSI DAN KEGIATAN PERUSAHAAN
Untuk melihat seluk-beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi dan menawarkan barangnya diperlukan analisis ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. Pertama-tama harus dianalisis sampai dimana faktor-faktor produksi akan digunakan untuk menghasilkan barang yang akan diproduksikan. Sesudah itu perlu pula dilihat biaya produksi untuk menghasilkan barang-barang tersebut. Dan pada akhirnya perlu dianalisis bagaimana seorang pengusaha akan membandingkan hasil penjualan produksinya dengan biaya produksi yang dikeluarkannya,untuk menentukan tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan yang maksimum kepadanya.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN
Organisasi perusahaan dapat dibedakan kepada tiga bentuk organisasi yang pokok, yaitu: Perusahaan perorangan, firma dan perseroan terbatas. Disamping itu ada pula perusahaan negara dan perusahaan yang dikendalikan secara koperasi.Uraian dalam bagian ini secara ringkas menerangkan ciri-ciri dari berbagai bentuk perusahaan tersebut.

PERUSAHAANPERORANGAN
            Perusahaan perseorangan adalah organisasi perusahaan yang paling banyak jumlahnya dalam setiap perekonomian.Tetapi sumbangannya dalam keseluruhan produksi nasional tidaklah terlalu besar (jauh lebih kecil dari perusahaan perseroan terbatas) karena kebanyakan dari usaha tersebut dilakukan secara kecil-kecilan, yaitu modalnya tidak terlalu besar dan begitu pula halnya dengan hasil produksi dan penjualannya. Contoh-contoh dari perusahaan yang seperti itu adalah penjual sate, restoran,toko kelontong dan toko makanan dan minuman. Keuntungan terpenting dari perusahaan perseorangan adalah kebebasan yang tidak terbatas yang dimiliki pemiliknya. Ia sepenuhnya menguasai perusahaan tersebut dan dapat melakukan apapun tindakan yang dianggapnya akan menguntungkan usahanya. Kelemahan utama dari perusahaan perseorangan adalah modalnya kecil dan sukar untuk memperoleh pinjaman.

PERUSAHAAN PERKONGSIAN ATAU FIRMA
            Organisasi perusahaan seperti ini adalah organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang. Mereka bersepakat untuk secara bersama menjalankan suatu usaha dan membagi keuntungan yang diperoleh berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama.Modal perusahaan dikumpulkan dari anggota-anggota perkongsian itu. Adakalanya mereka juga meminjam modal dari lembaga-lembaga keuangan. Disamping kemungkinan memperoleh modal yang lebih banyak, kebaikan lain dari perusahaan perkongsian adalah tanggung jawab bersama didalam menjalankan perusahaan. Setiap anggota perkongsian mempunyai tugas untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan yang mereka dirikan.


PERSEROANTERBATAS
            Dari segi jumlah produksi dan hasil yang dilakukannya,organisasi perusahaan yang berbentukl perseroan terbatas adalah bentuk perusahaan yang paling penting. Di negara-negara maju sebagian besar hasil produksi nasional diciptakan oleh perusahaan seperti ini. Perusahaan-perusahaan besar kebanyakan berbentuk perseroan terbatas. Kebaikan yang terpenting dari perseroan terbatas adalah di dalam kemampuannya memperoleh modal. Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal secara mengeluarkan saham. Suatu bentuk surat berharga yang menyatakan bahwa pemegangnya adalah menjadi salah seorang pemilik perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Dengan mengeluarkan saham-saham perusahaan dan menjualnya kepada masyarakat, perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal sebesar yang diingini.



BENTUK LAIN ORGANISASI PERUSAHAAN PERUSAHAAN MILIK NEGARA

            Perusahaan lebih dikenal sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pada umumnya perusahaan negara dikelola seperti perusahaan perseroan terbatas. Perbedaannya terletak pada pemilikan perusahaan tersebut, yaitu saham-saham dari perusahaan negara dimiliki pemerintah. Dengan demikian pengurus perusahaan juga diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah. Perusahaan pemerintah berkecimpung di dalam berbagai kegiatan ekonomi. Di hampir setiap negara perusahaan pemerintah biasanya menjalankan kegiatan menyediakan jasa-jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat : seperti perusahaan-perusahaan menyediakan listrik, air, hiburan radio dan televisi,jasa pos dan telekomunikasi, dan perusahaan pengangkutan.

PERUSAHAAN KOPERASI

            Perusahaan koperasi adalah perusahaan yang didirikan bukan untuk mencari keuntungan tetapi untuk melindungi kepentingan para anggotanya. Perusahaan koperasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis : Koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit. Koperasi konsumsi menjalankan kegiatan membeli barang-barang dan kemudian menjualnya kepada anggota. Keuntungan dari usaha ini kemudian dibagikan kembali kepada para anggotanya. Koperasi produksi berusaha agar hasil produksi para anggotanya dapat dijual dengan harga yang tinggi dan tidak ditindas para tengkulak atau para pembeli. Dan koperasi kredit adalah badan pinjam-meminjam yang meminjamkan uang kepada para anggotanya dengan tingkat bunga kredit yang relatif rendah.





TUJUAN PERUSAHAAN ; MEMAKSIMUMKAN UNTUNGAN
            Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan yang maksimum.

CARA MENCAPAI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN KEUNTUGAN
            Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan diperoleh apabila hasil penjualan melebihi biaya produksi, dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi.. Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.


FUNGSI PRODUKSI
            Sebagai langkah permulaan untuk menerangkan kegiatan firma dalam memproduksi dan mencari keuntungan, teori ekonomi menerangkan tentang fungsi produksi dalam jangka pendek. Hubungan diantara factor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya dinamakan fungsi produksi. Dengan demikian, dalam menggambarkan hubungan antara factor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai jangka pendek, yang digambarkan adalah hubungan diantara jumlah tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang dicapai. Faktor produksi yang lainnya dianggap tetap.
Fungsi produksi selalu dinyatakan dalam bentuk rumus, yaitu
Q = f (K, L, R, T)
Dimana K adalah jumlah stok modal, L adalah jumlah tenaga kerja dan ini meliputi berbagai jenis tenaga kerja dan keahlian kewirausahaan, R adalah kekayaan alam, dan T adalah tingkat teknologi yang digunakan. Sedangkan Q adalah jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis factor-faktor produksi tersebut.

TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH
            Kegiatan memproduksi dalam jangka pendek dipengaruhi oleh hukum produksi marjinal yang semakin menurun/berkurang. Hukum ini menyatakan, pada permulanya, pada tahap awal dari proses produksi, penambahan seunit (seorang) tenaga kerja akan meningkatkan produksi marjinal. Akan tetapi pada tahap berikutnnya, penambahan seunit (seorang) tenaga kerja akan menambah produksi marjinal pada kuantitas yang semakin berkurang sehingga pada akhirnya produksi marjinal adalah nol. Pada tahap berikutnya, produksi total akan merosot dan produksi marjinal adalah negatif.
Nilai produksi marjinal adalah tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Produksi marjinal (MP) dapat diketahui dari pembagian antara pertambahan produksi total () dengan pertambahan tenaga kerja (), atau dirumuskan sebagai berikut:
Besarnya produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja dapat dihitung dengan persamaan berikut:
Dimana TP adalah produksi total dan L adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan.

TEORI PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR BERUBAH
            Dalam teori produksi dengan dua factor berubah ini, dimisalkan terdapat dua factor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Kita misalkan yang dapat diubah adalah tenga kerja dan modal. Misalkan pula bahwa kedua factor produksi ini dapat dipertukar-tukarkan penggunaannya; yaitu tenaga kerja meggantikan modal atau sebaliknya. Apabila dimisalkan pula harga tenaga kerja dan pembayaran per unit kepada factor modal diketahui, analisis tentang bagaimana perusahaan akan meminimumkan biaya dalam usahanya untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu dapat ditunjukkan.
Kurva Produksi Sama (Isoquant)
            Isoquant adalah kurva yang menunjukkan gabungan dua factor produksi yang akan mewujudkan tingkat produksi yang sama.
Garis Biaya Sama (Isocost)
            Untuk menghemat biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan, perusahaan harus meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat analisis mengenai peminimuman biaya produksi perlulah dibuat garis  biaya sama atau isocost. Garis ini menggambarkan gabungan factor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.

BAB 10
TEORI BIAYA PRODUKSI

JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG.

            Dalam menganalisis bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori ekonomi membedakan jangka waktu analisis kepada dua jangka waktu : jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya. Didalam masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor modal seperti mesin-mesin dan peralatannya, alat-alat memproduksi lainnya, dan bangunan perusahaan.
Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, ini berarti bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya kalau memang hal tersebut diperlukan.Didalam jangka panjang perusahaan dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang berlaku di pasar. Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah, penggunaan mesin-mesin dapat dirombak dan dipertinggi efisiensinya, jenis-jenis barang dapat diproduksi, dan teknologi produksi ditingkatkan.

BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PENDEK
            Teori biaya produksi erat kaitannya dengan teori fungsi pengeluaran. Kedua-duanya membedakan analisisnya kepada jangka pendek dan jangka panjang. Kedua-duanya juga dipengaruhi oleh hukum produksi marjinal yang semakin berkurang.
Dalam jangka pendek, penggolongan biaya produksi dibedakan kepada biaya total dan biaya rata-rata.
Biaya total
Jenis-jenis biaya total dibedakan menjadi tiga jenis biaya, yaitu:
  • Biaya tetap total (TFC), yang meliputi perbelanjaan untuk memperoleh factor-faktor produksi yang tetap jumlahnya
  • Biaya berubah total (TVC), yang meliputi semua perbelanjaan yang digunakan untuk memperoleh factor produksi yang dapat berubah jumlahnya
  • Biaya total (TC) meliputi semua perbelanjaan ke atas factor-faktor produksi yang digunakan, yang meliputi factor produksi yang tetap jumlahnya dan yang dapat berubah. Dalam persamaan dinyatakan sebagai berikut:



Biaya rata-rata
Jenis biaya rata-rata dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  • Biaya tetap rata-rata (AFC); biaya ini merupakan biaya tetap yang dibelajakan untuk menghasilkan setiap unit produksi.
AFC =
  • Biaya berubah rata-rata (AVC); biaya ini merupakan biaya variable yang dibelanjakan untuk menghasilkan setiap unit produksi.
AVC =
  • Biaya tota rata-rata (AC atau ATC); biaya ini meliputi keseluruhan biaya yang digunakan untuk menghasilkan setiap unit produksi.
AC  atau A TC =
            Disamping kedua jenis biaya diatas, dalam analisis perlu juga digunakan satu konsep biaya yang lain, yatu biaya marjinal. Biaya marjinal adalah biaya yang diperlukan  untuk menambah satu unit produksi.

KURVA BIAYA JANGKA PENDEK
            Dalam teori ekonomi, analisis dan penggambaran biaya produksi terutama ditunjukkan dalam bentuk kurva biaya rata-rata dan biaya marjinal. Kurva AFC berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Sebagai akibat dari hukum produksi marjinal yang semakin berkurang, kurva AVC akan berbentuk U yaitu mula-mula menurun kemudian menaik kembali. Oleh karena AC =AFC +AVC, maka kurva AC juga akan berbentuk U dimana kurva AVC semakin mendekati kurva AC. Kurva biaya marjinal yaitu MC juga berbentuk U dan keadaan ini juga disebabkan oleh pengaruh hukum produksi marjinal yang semakin menurun.






BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PANJANG DAN SKALA EKONOMI
            Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua faktor atau input yang akan digunakannya. Oleh karena itu , biaya produksi tidak perlu lagi dibedakan antara biaya tetap dan biaya berubah
Peminimuman biaya jangka panjang tergantung kepada :
·         Tingkat produksi yang ingin dicapai
·         Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia
KURVA BIAYA TOTAL RATA-RATA JANGKA PANJANG
Kurva biaya total rata-rata jangka panjang atau kurva LRAC ( Long Run Averange Cost ). Kurva LRAC dapat didefinisikan sebagai kurva yan menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas memproduksinya.

SKALA EKONOMI DAN TIDAK EKONOMI
SKALA EKONOMI
            Skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan bersifat mencapai skala ekonomi ( economic of scale ) apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertumbuhan kapasitas ini menyebabkan kegiatan memproduksi bertambah efisien.

FAKTOR PENTNG YANG MENIMBULKAN SKALA EKONOMI :
·         Spesialisasi faktor-faktor produksi
·         Pengurangan Harga Bahan Mentah dan Kebutuhan Produksi Lain
·         Memungkinkan Produksi Sampingan ( by-Products) Diproduksi
·         Mendorong Perkembangan Usaha Lain.







SKALA TIDAK EKONOMI

            Kegiatan memproduksi suatu perusahaan dikatakan mencapai skala tidak ekonomi  ( diseconomies of scale ) apabila pertambahan produksi meneyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi. Keadaan ini diwujudkan oleh kegiatan memproduksi yang menurun efisiensinya.
Wujudnya skala tidak ekonomi terutama disebabkan oleh organisasi perusahaan yang sudah menjadi sangat besar sekali sehingga menmbulkan kerumitan di dalam mengatur dan mempinnya
Peusahaan yang terus menerus membesar biasanya berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan meliputi beribu-ribu orang , dan mempunyai pabrik dan cabang di berbagai tempat . Sebagai akibatnya kegiatan dan organisasi perusahaan itu sudah menjadi sangat kompleks. Tidak mungkin lagi ia dipimpin oleh seorang manejer saja. Ini dapat mengakibatkan pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan yang sangat kaku dan memakan waktu yang lama untuk merumuskannya . Keadaan ini mengurangi Efisiensi kegiatan perusahaan, dan menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi.





      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar